trending_up

Harga Kopra Dunia hari ini

Nama perdagangan internasional: COPRA

Grafik — Harga Kopra Dunia

Kurs: 1 USD = 18.089 IDR

Copra (Filipina/Indonesia), curah, c.i.f. N.W. Eropa

tune Data utama

Harga tertinggi dalam 15 tahun trending_up

1,225.00 USD/mt pada 01/01/2017. Harga saat ini lebih rendah remove1,225.00 USD/mt (0.00%).

Harga terendah dalam 15 tahun trending_down

523.00 USD/mt pada 01/04/2013.

summarize Ringkasan — Harga Kopra Dunia

Selama 15 tahun terakhir, Harga Kopra Dunia berkisar dari 523.00 USD/mt (01/04/2013) hingga 1,225.00 USD/mt (01/01/2017).

Secara historis, Harga Kopra Dunia mencapai level tertinggi 1,503.00 USD/mt pada 01-02-2011 dan level terendah 182.00 USD/mt pada 01-03-2001.

Riwayat harga (USD/mt)

15 tahun
Waktu Harga (USD/mt) % Perubahan
10/2017 989.00 -2.56%
09/2017 1,015.00 -4.43%
08/2017 1,062.00 +0.28%
07/2017 1,059.00 -5.36%
06/2017 1,119.00 +0.58%
05/2017 1,112.50 +6.56%
04/2017 1,044.00 +2.76%
03/2017 1,016.00 -11.36%
02/2017 1,146.25 -6.43%
01/2017 1,225.00 +8.70%
12/2016 1,127.00 +10.38%
11/2016 1,021.00 +5.94%
10/2016 963.75 -5.98%
09/2016 1,025.00 +0.69%
08/2016 1,018.00 +0.99%
07/2016 1,008.00 -3.82%
06/2016 1,048.00 +8.88%
05/2016 962.50 -7.89%
04/2016 1,045.00 +5.56%
03/2016 990.00 +21.77%
02/2016 813.00 +6.55%
01/2016 763.00 +0.53%
12/2015 759.00 +6.01%
11/2015 716.00 -2.72%
10/2015 736.00 +5.29%
09/2015 699.00 +1.45%
08/2015 689.00 -6.26%
07/2015 735.00 -1.74%
06/2015 748.00 +0.00%
05/2015 748.00 +4.76%
04/2015 714.00 -0.97%
03/2015 721.00 -9.19%
02/2015 794.00 +3.93%
01/2015 764.00 -6.03%
12/2014 813.00 +2.26%
11/2014 795.00 +3.38%
10/2014 769.00 -2.04%
09/2014 785.00 +1.95%
08/2014 770.00 -10.57%
07/2014 861.00 -7.82%
06/2014 934.00 +0.43%
05/2014 930.00 +2.76%
04/2014 905.00 -2.27%
03/2014 926.00 +1.20%
02/2014 915.00 +7.90%
01/2014 848.00 +0.24%
12/2013 846.00 -2.20%
11/2013 865.00 +30.47%
10/2013 663.00 +1.38%
09/2013 654.00 +11.41%
08/2013 587.00 +3.16%
07/2013 569.00 -5.32%
06/2013 601.00 +8.09%
05/2013 556.00 +6.31%
04/2013 523.00 -2.43%
03/2013 536.00 -5.96%
02/2013 570.00 +2.89%
01/2013 554.00 +5.32%
12/2012 526.00 -8.84%
11/2012 577.00 -2.37%
10/2012 591.00 -8.37%
09/2012 645.00 -1.68%
08/2012 656.00 -8.12%
07/2012 714.00 +0.85%
06/2012 708.00 -7.93%
05/2012 769.00 -14.84%
04/2012 903.00 +1.69%
03/2012 888.00 -6.03%
02/2012 945.00 -2.07%
01/2012 965.00 -0.31%
12/2011 968.00 -1.22%
11/2011 980.00 +21.92%
10/2011 803.80 -

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Harga Kopra Dunia

Berdasarkan data pembaruan terbaru, harga Kelapa Kering pada 01/10/2017 tercatat sebesar 0.00 USD/mt, setara dengan sekitar 0 VND/ton. Harga ini mencerminkan tren pasar yang stabil dengan tingkat perubahan +0% dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

Di pasar Vietnam, kelapa kering merupakan komoditas pertanian strategis untuk industri pengolahan minyak kelapa, makanan, dan ekspor. Pergerakan harga yang mendatar selama periode pelaporan menunjukkan keseimbangan sementara antara pasokan dari wilayah bahan baku utama dan permintaan konsumsi dari pabrik pengolahan domestik.

Berdasarkan indikator analisis teknis, pasar kelapa kering saat ini tidak mencatat fluktuasi besar dalam nilai transaksi. Pelaku usaha dan produsen perlu memperhatikan bahwa harga 0.00 USD/mt adalah angka yang tercatat pada saat pembaruan sistem, mencerminkan status pasar yang belum mengalami penyesuaian rentang harga baru.

Di pasar internasional, Kopra diperdagangkan dalam satuan mt dan harganya dipatok dalam USD.

Kopra termasuk dalam kelompok komoditas Produk Pertanian. Ini adalah salah satu kelompok komoditas yang umum diperdagangkan di bursa komoditas dunia.

Harga Kelapa Parut Kering (USD/mt) dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, terutama seputar dinamika penawaran dan permintaan serta faktor makroekonomi lainnya.

Dari sisi penawaran, produksi kelapa segar merupakan fondasi penentu pasokan kelapa parut kering. Produksi ini bergantung pada luas lahan tanam, produktivitas pohon kelapa, dan terutama kondisi cuaca di wilayah penanaman utama seperti Filipina, Indonesia, dan Vietnam. Kekeringan, badai, atau penyakit dapat secara signifikan mengurangi pasokan kelapa segar, sehingga mendorong kenaikan harga kelapa parut kering. Selain itu, persaingan bahan baku kelapa segar dari industri pengolahan lain seperti minyak kelapa, santan, dan krim kelapa juga berdampak langsung pada jumlah kelapa yang tersedia untuk produksi kelapa parut kering.

Dari sisi permintaan, permintaan konsumsi kelapa parut kering berasal dari industri makanan (makanan ringan, minuman, sereal), kosmetik, dan sebagian dari pakan ternak. Daya beli pasar impor utama (Eropa, Amerika Utara, Tiongkok) dan pertumbuhan ekonomi global memainkan peran penting. Tren konsumsi menuju produk alami nabati juga dapat mendorong permintaan. Namun, harga produk pengganti seperti kacang-kacangan kering lainnya dapat mengurangi permintaan kelapa parut kering jika harganya menjadi terlalu tinggi.

Faktor kebijakan, biaya, dan makro juga memiliki pengaruh yang signifikan. Kebijakan perdagangan internasional seperti pajak impor dan hambatan non-tarif (standar kualitas, keamanan pangan) dari negara pengimpor dapat mempengaruhi arus perdagangan dan harga. Biaya transportasi dan logistik (tarif kontainer, harga bahan bakar) juga merupakan komponen penting dalam harga akhir. Fluktuasi nilai tukar USD terhadap mata uang negara produsen/pengimpor mempengaruhi daya saing dan profitabilitas. Terakhir, peristiwa geopolitik atau ketidakstabilan ekonomi di wilayah produksi/konsumsi utama dapat mengganggu rantai pasokan dan menciptakan volatilitas harga yang tiba-tiba.

Prakiraan harga kelapa parut kering (desiccated coconut) dalam waktu dekat kemungkinan besar akan mempertahankan tren stabil dengan potensi kenaikan tipis. Hal ini didukung oleh keseimbangan antara pasokan yang mungkin menghadapi tantangan dan permintaan konsumsi yang stabil di pasar global.

Mengenai analisis fundamental, faktor-faktor utamanya meliputi:

  • Pasokan: Perubahan iklim (dampak dari El Nino sebelumnya dan kemungkinan La Nina di masa depan) dapat mempengaruhi produktivitas kelapa di negara-negara produsen utama seperti Filipina, Indonesia, dan Vietnam. Biaya input (pupuk, tenaga kerja) yang terus tinggi juga turut mendorong kenaikan biaya produksi.
  • Permintaan: Permintaan global terhadap kelapa parut kering tetap stabil, terutama dari industri makanan (makanan ringan, minuman, produk vegan) dan kosmetik. Tren konsumsi produk alami berbasis nabati terus menjadi pendorong utama, menjaga tingkat permintaan tetap kokoh.

Selain itu, biaya terkait logistik dan pengiriman maritim diperkirakan akan tetap tinggi, memberikan tekanan pada harga akhir kelapa parut kering. Fluktuasi nilai tukar USD juga merupakan faktor yang perlu dipantau, meskipun kelapa parut kering dihargai dalam USD. Para pedagang dan pelaku usaha harus memantau dengan cermat kondisi cuaca di wilayah penanaman utama dan perkembangan biaya pengiriman global untuk membuat keputusan yang tepat.